Pelatihan Dasar Kepemimpinan Perguruan Tinggi Pertiwi Tahun 2014

Latihan dasar mahasiswaPerguruan Tinggi Pertiwi kembali mengadakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) yang ditujukan bagi calon senat mahasiswa STBA, STIE dan AKPAR Pertiwi untuk seluruh cabang Kampus Pertiwi. Kegiatan LDKM pada kali ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Pelatihan selama dua hari kali ini diadakan di Kampus Pertiwi Cililitan, yang mana pada tahun sebelumnya, kegiatan dilaksanakan di Wiladatika, Bumi Perkemahan Cibubur.

Selain tempat yang berbeda, pada LDKM kali ini, selain materi kepemimpinan acara ini juga diisi dengan workshop terkait pelatihan berorganisasi dengan baik, hingga pembuatan proposal kegiatan.

Pada awal sesi, Materi pertama dengan tema “Konsep diri (soft skill) dan Kepemimpinan” di sampaikan oleh Dr. H.Suharsono, M.Pd yang kemudian dilanjukan materi Manajemen Organisasi yang disampaikan oleh Ibu Hj. Tuti Indrayani, S.E., M.B.A yang penyampaiannya disertai simulasi dan permainan terkait dengan team work building, Analisis SWOT, visi misi dalam organisasi.

Setelah sholat dan makan siang, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Kelengkapan Organisasi, materi yang memuat tentang penjelasan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, Struktur Organisasi, serta Analisa pekerjaan disampaikan oleh Pembantu Direktur (Pudir 1) AKPAR Pertiwi, yaitu Ibu Rina Ekawati,SE.MM. Setelah jeda sholat Ashar, peserta kembali mengikuti materi lanjutan tentang bagaimana mengadakan rapat yang efektif dari Bapak Arif Nugroho yang merupakan vice presiden dari Pertiwi Group.

Pada malam harinya, peserta diberikan penyampaian materi yang menarik dari ketua STIE Pertiwi, yaitu Bapak Fakhrurazi, SE., MM, mengenai teknik pembuatan proposal yang menjual. Penyampaian materi disertai dengan workshop pembuatan proposal yang difasilitasi oleh pembantu ketua STIE Pertiwi bidang kemahasiswaan, Bapak Mutdi Ismuni, SE., MM. Pada sesi ini, para peserta diminta untuk membuat kelompok dan membuat sebuah proposal yang menarik untuk dipresentasikan keesokan harinya.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini (18-19 Oktober 2014) diakhiri setelah materi Presentasi Efektif dari Ketua STBA Pertiwi, Bapak Didi Muyadi SS., MM dan penyampaian proposal dari kelompok-kelompok peserta yang telah ditugaskan sebelumnya. Sebelum ditutup pada acara tersebut sempat dibagikan penghargaan kepada peserta yang berprestasi, pada penutupan tersebut beberapa peserta juga menyampaikan kesan dan pesan dari acara tersebut. Mereka merasa acara tersebut sangat bermanfaat sekali untuk mengasah kemampuan berorganisasi, mereka juga menginginkan apa yang telah mereka dapatkan ini, dapat diaplikasikan dalam organisasi senat di Perguruan Tinggi Peritiwi nantinya.

Dokumentasi dan Materi LDKM 2014:

  1. Manajemen Organisasi
  2. Manajemen Rapat
  3. Tim Kerja
  4. Teknik Membuat Proposal
  5. Tips For Presentation

 

Freddy Rangkuti Lanjutkan Seminar Pengembangan Diri, di Kampus Pertiwi Bekasi

Seminar STIE Pertiwi Bekasi 2014Setelah Sabtu pekan sebelumnya STIE Pertiwi mengadakan Seminar Wajib Mahasiswa Volume Ke-13 di Kampus Pertiwi Cililitan, Sabtu (11/10/14) giliran STIE Pertiwi Bekasi yang memperoleh kesempatan mendapatkan ilmu dan pengalaman yang dibagikan oleh Dr. Freddy Rangkuti dan Dr. H.Suharsono, M.Pd dalam tema “Membangun Pribadi Sukses Dalam Dunia Kerja”.

Lebih dari 300 Mahasiswa STIE Pertiwi berkesempatan hadir dan memperoleh ilmu yang sangat bermanfaat dari pakar Motivasi dan Ilmu strategi manajemen pada kesempatan tersebut. Selain itu, mahasiswa yang mengikuti seminar ini juga memperoleh kesempatan untuk bertanya dan berkonsultasi langsung, baik terkait dengan materi pengembangan diri maupun pertanyaan mengenai strategi pengembangan bisnis. Karena kedua pakar yang menjadi narasumber tersebut memiliki pengalaman sebagai praktisi dan konsultan bisnis.

Peserta untuk Kampus Pertiwi Bekasi ini juga terlihat antusias dalam mengikuti jalannya seminar. Sesi tanya jawab yang diadakanpun dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta, bahkan waktu yang diberikan panitia dalam sesi tersebut terasa kurang, karena banyak peserta yang ingin bertanya secara langsung kepada Dr. Freddy Rangkuti yang telah lebih dari 20 tahun menggeluti dunia konsultasi bisnis di Indonesia dan telah dipercaya untuk menangani perusahaan swasta maupun pemerintah, baik skala nasional maupun multinasional.

Dengan adanya seminar ini selain diharapkan dapat menambah wawasannya mahasiswa tentang dunia kerja profesional dan lingkungan kewirausahaan. Para mahasiswa juga dapat terus mempersiapkan dirinya agar menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, yang memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif yang siap bersaing dalam lingkup nasional maupun internasional.

 Dokumentasi Seminar Vol. 13 Kampus Pertiwi Bekasi

Membangun Pribadi Sukses Dalam Dunia Kerja

Sabtu (04/10/14), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pertiwi Cililitan mengadakan seminar wajib seri motivasi dan pengembangan diri. Pada acara kali ini, lebih dari 400 mahasiswa STIE Pertiwi hadir dalam seminar yang bertajuk “Membangun Pribadi Sukses Dalam Dunia Kerja” Sebagai pembicara Dr. H. Suharsono, M.Pd dan Dr. Freddy Rangkuti.

Acara dimulai dengan sambutan oleh ketua STIE Pertiwi, yaitu Bapak Fakhrurazi, SE., M.M. Setelah itu, ditunjuk sebagai moderator ketua jurusan Manajemen STIE Pertiwi Bapak Mulyadi, SE., M.M. sebagai pemandu sesi pertama seminar yang diisi oleh Bapak Dr. H. Suharsono, M.Pd. Pembicara pertama ini, dikenal sebagai motivator sukses dan sebagai pengusaha dibidang pendidikan, lembaga pendidikan formal dan non formal yang telah dibinanya selama ini, antara lain untuk bidang formal: STIE, STBA dan AKPAR Pertiwi. Sedangkan untuk lembaga non formal antara lain: lembaga kursus Bahasa Inggris BBC-ETS dan bimbingan belajar Calculus. Seluruh lembaga pendidikan tersebut di bawah naungan manajemen Pertiwi Group.

Pada sesi pertama Bapak Dr. H. Suharsono, M.Pd. memberikan penjelasan kepada para peserta seminar bagaimana dan apa yang harus dilakukan agar kita semua dapat menjadi pribadi sukses. Beliau mengatakan “untuk menjadi pribadi sukses, kita harus memiliki pola pikir orang-orang sukses” Arti dari kata tersebut dijabarkan kembali oleh Pendiri Yayasan Pertiwi Global tersebut, salah satu pola pikir orang sukses ialah selalu berpikir positif.

Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi dengan berpikir positif kita tidak mudah menganggap sebuah masalah itu sulit untuk diselesaikan, melainkan menjadikannya sebuah tantangan. Sehingga dalam mewujudkan cita-cita dan impian, kita selalu bersemangat tanpa adanya pikiran negatif yang hanya membuat pribadi kita banyak mengeluh.

Pada sesi kedua, setelah istirahat untuk sholat dzuhur dan makan siang, terlihat para peserta masih sangat antusias untuk melanjutkan seminar ke sesi selanjutnya. Pembicara kedua ialah Dr. Freddy Rangkuti, dalam sesi kedua selaku moderator ialah Bapak Mutdi Ismuni, SE., M.M yang merupakan pembantu ketua bidang kemahasiswaan (Puket III) STIE Pertiwi. 

Pembicara pada sesi kedua Dr. Freddy Rangkuti, merupakan pakar strategi bisnis dan marketing di Indonesia, telah berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam melakukan riset dan menjadi penasihat di berbagai perusahaan, seperti Asian Development Bank, SwissContact, Pertamina, Trans Corp, PT SMART Tbk., ICON +, PT Semen Gresik (Persero) Tbk., PT Semen Bosowa Maros, PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia), PT Astra Otoparts Tbk., PT Cogindo, PT PLN (Persero), PT LG Indonesia, Bank Riau Kepri, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, PT Jasa Raharja (Persero), Pusat Investasi Pemerintah, dan berbagai perusahaan di Indonesia. Selain menjadi konsultan beliau juga aktif dalam menulis buku yang terkait dengan dunia bisnis, marketing dan Investasi, sudah 26 judul bukunya yang telah diterbitkan, bukunya juga sering menjadi rujukan para mahasiswa di Indonesia sebagai referensi dalam penulisan karya tulis ilmiah.

Dr. Freddy Rangkuti memulai pemaparannya dengan pembahasan mengenai diferensiasi, beliau menyampaikan “Differensiasi yang Otentik wajib dimiliki setiap Individu” Konsep differensiasi yang sering kita dengar pada istilah pemasaran ini, beliau tuju kepada pribadi mahasiswa-mahasiswi STIE Pertiwi. Agar ketika lulus nanti mereka dapat menjabarkan keahlian mereka sendiri yang mereka miliki dengan keunggulan-keunggulan tersendiri dibandingkan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) lulusan perguruan tinggi lain, agar dapat memberikan sebuah keuntungan dalam persaingan (competitive advantage). Setelah hal tersebut berhasil, barulah kita dapat menerapkan strategi positioning, yaitu bagaiamana kita dapat menciptakan persepsi yang inngin kita ciptakan dibenak pelanggan.

Penulis buku laris “Business Plan: Teknik Membuat Perencanaan Bisnis & Analisis Kasus” tersebut juga memberikan kiat bisnis, antara lain : 

  1. Superior customer Value: memberikan kebahagiaan pada orang lain terlebih dahulu, jangan mengharapkan orang lain memberikan kebahagiaan terlebih dahulu kepada kita.
  2. Mengembangkan keunggulan bersaing: Potensi yang kita miliki harus dikembangkan, dan
  3. Jangan selalu merasa nyaman di Zona Aman: Terus kembangkan kreativitas dan inovasi.

Sama dengan saat sesi pertama, pada sesi kedua pembicara juga memberikan kesempatan kepada para paserta untuk berdiskusi melalui pertanyaan-pertanyaan yang ingin disampaikan para peserta. Antusiasme mahasiswa terlihat sangat aktif pada saat sesi tanya jawab ini, banyak sekali mahasiswa yang ingin bertanya dan berkonsultasi tentang bisnis mereka kepada para pembicara. Namun karena keterbatasan waktu, maka moderator hanya memberikan kesempatan kepada beberapa mahasiswa/i saja.

Sebagai penutup moderator membacakan sebuah hadis dari Rasulallah SAW, diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni). Beliau mengharapkan setelah kegiatan seminar ini, para mahasiswa dapat menjadi manusia-manusia yang bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, lingkungannya dan bagi bangsa dan negaranya.

Setelah kesimpulan dari moderator, saatnya pembagian kenang-kenangan kepada para pembicara sebagai ucapan terima kasih atas waktu luang yang diberikan kepada STIE Pertiwi, kemudian acara seminar ditutup dengan do’a bersama.(EM)

Dokumentasi Seminar Wajib STIE Pertiwi Cililitan Volume 13