,

LDKM STIE PERTIWI 2018

Untuk membangun budaya organisasi yang kuat yaitu dengan salah satu indikatornya kepemimpinan, STIE Pertiwi melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDKM). Acara tersebut bertempat di Kampus Utama STIE Pertiwi, jalan Ir. H. Juanda No.133, Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat 17112.

Enam cabang STIE Pertiwi turut meramaikan kegiatan tersebut. LDKM kali ini bertemakan “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Berlandaskan Pancasila Agar Menjadi Pribadi yang Aspiratif dan Berattitude dalam Berorganisasi”.

Minggu, 16/12, Enam puluh dua peserta ikut hadir dalam acara LDKM diantaranya anggota Senat Mahasiswa STIE Pertiwi 2017/2018, Departemen Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Senat STIE Pertiwi 2018/2019, dengan pemateri. Ketua STIE Pertiwi Ahmad Kultur Hia S.E., M.M., dan Puket III STIE Pertiwi Mutdi Ismuni S.E., M.M.,.

Harapan dari LDKM ini membentuk jiwa kepemimpinan yang berkarakter dan berakhlak mulia. Karena Latihan Dasar Kepemimpinan merupakan pintu gerbang menuju organisasi internal Senat Mahasiswa STIE Pertiwi yang nantinya akan berpartisipasi dalam kepanitiaan Basic Leadership Training (BLT)”. Ungkap Ketua STIE Pertiwi.

Rangkaian acara dimulai dengan upacara pembukaan, materi, coffe break, games, doa dan sesi foto bersama.

 Menurut Saeful Tamamudin, “Kegiatan ini sangat seru karena dilengkapi dengan yel-yel dan permainan
yang semakin menambah keakraban peserta”. “Di akhir sesi, kelompok terbaik akan mendapatkan hadiah, semoga bukan semata-mata melihat hasilnya saja tetapi proses yang dilalui dengan esensi kekeluargaan”. Pungkasnya.

Source : Bekasi, PublikJurnalistik.org

,

Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W 2018

PERTIWI BERSHOLAWAT
Jum’at, 14 Desember 2018 Tepatnya Jam 19.30 s/d jam 22.00 Kampus Tercinta Kita Melaksanakan
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang di Hadiri Oleh Mahasiswa/i STIE PERTIWI CILEUNGSI
dan Manajemen. Acara seperti ini sering kita adakan karna sudah menjadi Program Kerja Senat
Khusuanya Departemen Kerohanian Dan Lembaga Dakhwah Kampus (LDK). Perayaan Maulid Nabi
termasuk ibadah ghairu mahdhah

Perayaan atau peringatan Maulid Nabi merupakan kebiasaan yang baik dan termasuk ibadah ghairu
mahdhah. Perayaan atau peringatan Maulid Nabi serupa dengan perayaan ulang tahun hukum asalnya adalahmubah (boleh) selama kegiatan yang mengisi acara tersebut tidak melanggar laranganNya atau tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah.

Perayaan ulang tahun dapat kita pergunakan untuk intropeksi diri sejauh mana kita mempersiapkan
diri bagi kehidupan di esok hari maupun di akhirat kelak Allah Azza wa Jalla berfirman, “Wal tandhur nafsun ma qaddamat li ghad “, “Perhatikan masa lampaumu untuk hari esokmu” (QS al Hasyr [59] : 18)

Begitu pula dengan peringatan Maulid Nabi dapat kita pergunakan untuk intropeksi diri sejauh mana
kita telah meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, bagi kehidupan kita hari ini maupun
esok.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda bahwa puasa Senin adalah sekaligus dalam
rangka memperingati hari kelahirannya. Dari Abi Qatadah Al Anshari Radliyallahu’anhu, Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Senin. Maka Beliau bersabda,” di hari Senin itu saya dilahirkan dan saya diangkat menjadi Rasulullah, dan diturunkan pada saya pada hari itu Al-Qur’an. Pada hadits yang lain dapat kita ketahui alasan lain puasa Senin dan Kamis.

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam terbiasa puasa setiap senin dan kamis. Ketika beliau ditanya alasannya, beliau bersabda,
Sesungguhnya amal para hamba dilaporkan (kepada Allah) setiap senin dan kamis.” (HR. Abu Daud
2436)

Jadi kesimpulannya alasan puasa Senin adalah :

  • Hari dilahirkan Rasulullah
  • Hari diangkat menjadi Rasulullah
  • Hari diturunkan Al Qur’an
  • Hari dilaporkannya amal para hamba Allah

Alasan puasa Kamis adalah:

  • Hari dilaporkannya amal para hamba Allah

Jadi kaum muslim boleh memperingati Maulid Nabi dengan kebiasaan atau kegiatan apapun selama
kebiasaan atau kegiatan tersebut tidak melanggar laranganNya atau selama kebiasaan atau kegiatan
tersebut tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah.

 

Peringatan Maulid Nabi yang umumnya dilakukan mayoritas kaum muslim (as-sawad al a’zham) dan
khususnya kaum muslim di negara kita sebagaimana pula yang diselenggarakan oleh umaro
(pemerintah) mengisi acara peringatan Maulid Nabi dengan urutan pembacaan Al Qur’an,
pembacaan Sholawat dan pengajian atau ta’lim seputar kehidupan Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam dan kaitannya dengan kehidupan masa kini.
Kegiatan maulid ini sangatlah bermanfaat karna selain membaca Al-Quran membaca Sholawat tapi
ada Ceramah keagamaan yang di Sapaikan Oleh Ibu Destiana Kumala. S.Kom., MM Dengan Tema
“MANA BUKTI CINTAMU KEPADA RASSUL?”
Apa itu Cinta?.
Jawabannya: Sebuah rasa yang membuat diri merasa nyaman, semakin bertambah kenyamanannya dan
kecintaanya. Sebelum kita cinta kepada Orang lain kita cinta dulu kepada Allah dan Rasulnya. Karna Allah (AlWadud) Maha Mencintai dan di Cintai.

Kegiatan seperti ini hendaknya di Lakukan Setiap Tahunnya, Karna Sangat bermanfaat banget, Selain
Mendapatkan ilmu tambahan Dunia tentu Akhirnya juga dapat, Karna Di Zaman Yang Meleninal ini
banyak Pemuda Pemudi Yang Lupa dengan Tuhannya dan Banyak yang lupa dengan Ibadahnya. Saya
berharap mudah-mudahan kedepannya Jamaahnya semakin banyak dan acaranya bisa lebih besar
lagi. Aminnn "Ujar Imarotul Mufidah" Jama'ah Maulid Nabi.
Harapan panitia sendiri, nantinya kegiatan semacem ini akan di besarkan lagi dan mengundang
jamaah luar atau untuk Umum. Karna antusisnya mahasiswa juga baik, tidak ada salahnya jika kita
adakan untuk Umum.
Bogor, 14 Desember 2018. (Nursekha)