STIE Pertiwi Gelar Forum Mahasiswa Keren Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Open House STIE Pertiwi Cikarang menampilkan Mas Santoso atau yang lebih akrab dipanggil Mas Osan. Dalam acara ini Mas Osan gelar forum, “Mahasiswa Keren Siap Menghadapi Revolusi Industri 4.0”. Dihadiri oleh mahasiswa baru dan beberapa anggota Senat STIE Pertiwi Cikarang. Kegiatan rutin open house yang bertempat di Kampus STIE Pertiwi Cikarang, Jalan Niaga Raya Kav. AA3 Jababeka 2, CBD G6-7, Depan Living Palaza Jababeka. Minggu, 23/02/2020.

Pada kesempatan kali ini Mas Osan membagikan 10 skills yang wajib dimiliki untuk menghadapi revolusi industri 4.0 sesuai dengan yang disampaikan oleh World Economic Forum. Diantaranya yang harus dimiliki adalah Complex Problem Solving, Critical Thinking, Creativity, People Management, Co-ordinating with other, Emotional Intelligence, Judgement & Decision Making, Services Orientation, Negotiation, and Cognitive Flexibility.

Mas Osan selaku alumni STIE Pertiwi ini menyampaikan, “Harapannya agar mahasiswa STIE Pertiwi ini mampu bertahan menghadapi revolusi industri 4.0 (era VUCA) dan tidak tergilas oleh era tersebut. Yaitu salah satunya terus mengupgrade skillnya”, pungkasnya.

Open House Kampus Pertiwi

Pada hari Sabtu tanggal 8 Februari 2020 kemarin, Kampus STIE Pertiwi mengadakan acara Open House yang berlokasi di Kampus Pertiwi Bekasi, di jalan Juanda, Bekasi, Jawa Barat. Open House kali ini dihadiri oleh puluhan siswa/i yang masih duduk di Sekolah Menengah Umum dan setaraf. Mereka datang dikarenakan acara ini ditujukan bagi para siswa/i Sekolah Menengah Umum dan setara yang sedang bimbang mencari tempat pembelajaran di tahap selanjutnya, yaitu bangku kuliah. Karena tidak sedikit siswa/i yang masih bingung dengan mekanisme pengajaran dan bahkan pendaftaran agar bisa kuliah. Kegiatan kali ini ditujukan selain untuk ajang pengenalan situasi kuliah di STIE/STBA/AKPAR Pertiwi, juga ditujukan untuk melakukan tes beasiswa bagi para siswa/i yang siap melanjutkan jenjang pendidikannya ke tahap yang lebih tinggi.

Acara ini berlangsung kurang lebih selama 4 jam yang dimulai dari jam 9 pagi hingga 11.30 waktu setempat. Para peserta yang merupakan remaja-remaja tersebut datang ke Kampus Pertiwi dengan penuh antusiasme untuk mengetahui dan merasakan atmosfer kampus yang  mungkin belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Salah satunya peserta atas nama Rehan Juniar. Rehan Juniar mengatakan bahwa ia senang bisa datang ke Kampus Pertiwi dan berkesempatan ikut tes beasiswa disini. Rehan berharap semoga ia mendapatkan beasiswa tersebut agar bisa membantu dalam meringankan beban finansial nya.

Dengan adanya Open House dan tes beasiswa tersebut, Perguruan Tinggi Pertiwi berharap agar bisa membantu bagi siswa/i yang mempunyai kemampuan akademik yang mumpuni namun terkendala isu finansial, menjelaskan situasi real yang akan mereka temukan di bangku kuliah, membuka jaringan relasi baru dengan orang baru, dan masih banyak lagi.