Change from Good To Great

 

Ketika ada ide perubahan hampir semua selalu  ada penolakan dan setiap aksi selalu menimbulkan reaksi, begitupula dengan ide perubahan, setelah penolakan tidak membuahkan hasil, cukup sering ide penolakan membuahkan perlawanan. Ini sejalan dengan Law Of Motion yang diajarkan Isaac Newton, ungkapan tersebut mengalir bersama dengan Trainer  Makfud Irfan.

Berikut adalah 8 Langkah Perubahan atau  Transformasi Organisasi yang disampaikan oleh Kotter yang dikenal dengan Kotter’s 8 Steps Changes Model

  1. Create & Sense of Urgency, Menumbuhkan ‘sense of urgency’ dimana setiap orang akan merasa terdorong untuk segera melakukan perubahan yang dilakukan. Hal ini dapat dilakukan jika ditemukannya alasan/faktor yang benar-benar kuat mengapa perubahan perlu dilakukan. Untuk itu perlu ditunjukkan fakta/ data yang dapat dilihat, dirasakan, disentuh agar orang-orang mau dan merasa perlu untuk berubah. Jika orang tidak melihat adanya data/fakta bahwa mereka harus berubah maka yang terjadi adalah orang-orang tidak akan mau berubah. Mereka akan tetap berada di zona nyaman karena mereka merasa tidak ada alasan yang kuat untuk berubah. Harus ada rasa ‘keterdesakan’ yang bisa dilihat selain oleh pemimpin juga oleh orang yang dipimpinnya.

Apa yang dapat Anda lakukan:

  • Mengidentifikasi ancaman potensial, dan mengembangkan skenario yang menunjukkan apa yang bisa terjadi di masa depan.
  • Periksa peluang yang harus, atau dapat, dieksploitasi.
  • Mulai diskusi jujur, dan memberikan alasan dinamis dan meyakinkan untuk membuat orang berbicara dan berpikir.
  • Permintaan dukungan dari pelanggan, stakeholder luar dan orang-orang industri untuk memperkuat argumen Anda.

2. Build The Leadership  team, membantu pembentukan kelompok yang akan memandu proses perubahan (change agents) yang mempunyai kapabilitas yang memadai baik dari sisi anggota kelompok maupun metode pelaksanaannya. Untuk berubah diperlukan orang-orang yang yakin bahwa perubahan akan mengarah ke arah yang lebih baik. Karena itu perlu dibentuk kelompok yang tugasnya menunjukkan antusiasme, komitmen, kepercayaan bahwa dengan perubahan yang akan dilakukan akan menghasilkan hasil yang lebih baik. Mereka inilah agen-agen perubahan yang akan mendorong orang-orang disekitarnya untuk mendukung jalannya perubahan. Karena itu perlu dilakukan komunikasi yang rutin dengan para agen ini agar memantapkan tujuan perubahan, saling mendukung dan meminimalisir rasa frustasi yang mungkin timbul.

3. Get The Vision Right, yang sudah ada harus diterjemahkan dalam bentuk strategi yang menantang untuk dilaksanakan. Tanpa visi yang jelas, tidak akan ada yang mau mengikuti arah perubahan yang diusung, kalau pun ada, di tengah jalan mereka akan kehilangan arah. Visi ini harus dapat dipilah-pilah dalam time frame yang jelas, apakah tahunan, semesteran, atau triwulan serta dengan melihat pula kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di masa depan. Dengan demikian setiap orang akan dapat melihat arah yang jelas mengenai tahapan-tahapan yang akan dilakukan dalam bentuk implementasi sehari-hari.

4. Communicate for Buy-In, Visi dan strategi yang disampaikan harus komunikasikan sehingga terjadi kesamaan dan pemahaman yang baik serta dapat diterima di seluruh jajaran. Visi yang baik harus terkomunikasi dengan jelas dan terarah. Dan yang penting adalah bentuknya tulus, sederhana, tidak rumit serta memberikan contoh nyata (role model) akan visi yang sudah diaplikasikan. Perbaikilah saluran-saluran komunikasi yang digunakan sehingga pesan-pesan yang tidak perlu dapat dieliminir. Dan dapat pula digunakan teknologi untuk membantu mempercepat proses komunikasi (situs resmi, internal email blast, dll). Komunikasi yang baik dapat dilakukan dengan cara: content (metaphor, analogy, simplicity, stories, etc) & context (repetition, multiple forums, role model, events, etc)

5. Mobilise the Organisatio, mengatasi secara efektif rintangan-rintangan yang timbul yang dapat memantapkan pengalaman dalam mengelola perubahan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu perlu juga dukungan dalam bentuk alat-alat (resources) yang memadai agar semua orang dapat bertindak untuk mencapai visi. Termasuk pula adalah dorongan agar team mampu keluar dari pola pikir standar dan dapat ‘keluar’ mengambil langkah-langkah terobosan yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

6. Create Short Term Wins, Meraih kemenangan-kemenangan kecil /jangka pendek. Karena perubahan pada umumnya tidak dapat dicapai dalam tempo yang singkat maka dibutuhkanlah milestone-milestone kecil untuk memberi tanda sudah sampai dimana proses perubahan yang dijalankan. Karena itu dibutuhkanlah perayaan-perayaan kecil  (short term wins) dalam bentuk pemberian penghargaan  agar semangat para pengusung roda perubahan ini dapat terus dijaga agar tidak redup. Adalah perlu untuk terus mengupayakan agar semangat para pendukung perubahan ini tetap menyala karena proses perubahan menuntut stamina fisik & mental dalam waktu yang panjang. Selain itu, short term wins ini juga memberi isyarat kepada mereka yang belum ‘bergabung’ untuk dapat bergabung karena inilah ‘jalan’ yang ‘benar’. Akan jauh lebih baik jika ‘perayaan’ meraih kemenangan kecil ini dilakukan dalam exposure yang luas sehingga ada banyak orang yang menyaksikan sehingga pada penerima penghargaan ini dapat lebih percaya diri, mantap dan semakin yakin akan arah yang di tuju.

7. Embed it into the Culture, Jangan berhenti, lanjutkan terus proses perubahan sebelum visi terwujud. Lakukan terus upaya untuk meningkatkan sense of urgency sehingga nyala api perubahan tidak redup di tengah jalan. Selalu tunjukkanlah bahwa proses perubahan ini masih akan berlanjut sapai tercapainya visi yang dicanangkan. Tetapi, haruslah dicatat bahwa proses ini jangan sampai membuat kondisi fisik dan emosi terganggu dan mengorbankan kepentingan pribadi, karena dalam jangka panjang jika ini terjadi, yang mendapatkan imbasnya adalah proses perubahan itu sendiri. Gunakanlah momentum-momentum, seperti misalnya pada perayaan hari jadi perusahaan / peringatan hari besar sebagai alat bantu untuk mengkomunikasikan bahwa perubahan belum selesai. Lakukanlah -jika perlu- perubahan sistem, struktur, kebijakan-kebijakan, prosedur hingga kultur organisasi sehingga sesuai dengan kondisi yang diinginkan.

8. Make change stick, Pastikanlah agar perubahan tertanam sebagai budaya perusahaan sehingga perubahan benar-benar mengakar sampai ke struktur organisasi yang paling bawah. John P. Kotter mengingatkan, bila satu saja tahapan itu dilewati, maka kita hanya akan menghasilkan apa yang disebutnya sebagai “illusion of speed(kecepatan maya) yang dapat menghasilkan perubahan yang tidak sempurna.

Lebih dari 700 mahasiswa Baru STIE Pertiwi Mengikuti Kegiatan Basic Leadership Training

Basic Leadership Training (BLT) merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pertiwi. Pada kegiatan BLT kali ini diikuti oleh 735 mahasiswa baru. Berlokasi di Villa Tjokro Puncak, Bogor.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari (14-15 November 2015) ini meliputi: Upacara pembukaan, seminar kepemimpinan, pentas seni, renungan malam, out bound, pembagian hadiah kepada peserta berprestasi, dan penutupan acara.

Pembukaan

Upacara pembukaan yang dipimpin oleh senat mahasiswa dan sebagai pembina upacara ketua STIE Pertiwi Bapak Fakhrurazi, S.E., M.M. mengatakan “kegiatan orientasi mahasiswa baru sekaligus pelatihan kepemimpinan ini, tidak sekedar mengenalkan sistem dan lingkungan kampus kepada mahasiswa, melainkan ingin menanamkan soft skill yang ilmu kepemimpinan”.

Hal tersebut merupakan aplikasi dari salah satu misi Yayasan Pendidikan Pertiwi, yaitu menciptakan lulusan profesional yang unggul dan berkarakter.

Seminar Kepemimpinan

Dalam penyampaian isi dari seminar yang disampaikan oleh Master Trainer ibu Tuti Indrayani,SE.,MM dikatakan Kepemimpinan atau leadership adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukannya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi.Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari perannya memberikan pengajaran/instruksi.

Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan “pemimpin”.

Ibu Yeni memaparkan juga tentang arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan – khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan.

Pentas Seni

Setiap tahunnya dalam kegiatan BLT selalu menghadirkan kegiatan pentas seni, yaitu pertunjukan kebolehan dari minat dan bakat mahasiswa, yang ditonton oleh lebih dari 700 peserta, panitia, dosen, dan jajaran staf STIE Pertiwi.

Peserta yang telah dikelompokkan oleh panitia, kemudian diwajibkan untuk menghadirkan sebuah penampilan di atas panggung yang telah disediakan, seni yang tampil dari beragam mahasiswa antara lain: yel-yel, bernyanyi, menari, stand up komedi, sulap, dan berbagai penampilan lainnya.

Out Bound dan Penutupan Acara

Kegiatan yang tidak kalah seru dan memiliki tingkat pendidikan kepemimpinan yang cukup efektif dalam acara BLT ini ialah out bound. Kegiatan berkelompok untuk menyelesaikan sebuah tantangan-tantangan yang diberikan oleh panitia ini mengharuskan kerja sama tim dan kemampuan memimpin yang baik. Out bound yang diberikan oleh panitia antara lain: Pyramid, jembatan Cinta, Buldozer, Pancuran Air, Spider Net, Menguras Kolam, Sarung bersambut, Bak Sepatu, Ular Buta, Estafet Karet, Lucky Draw.

Setelah serangkaian kegiatan dilaksanakan, sebelum acara ditutup diumumkan para peserta terbaik yang akan diberikan hadiah oleh panitia. Setelah itu acara ditutup kembali oleh Bapak Ketua STIE Pertiwi Fakhrurazi, S.E., M.M.

Pelatihan Alat Statistik Dalam Penulisan Skripsi dan Laporan Tugas Akhir

Analisis data statistik merupakan salah satu komponen yang penting dalam suatu penelitian survey. Terlebih bagi mahasiswa yang akan atau sedang melakukan penelitian untuk skripsi. Untuk mempersiapkan diri, sekaligus melatih kemampuan mahasiswa dalam mengolah data statistik,

Atas dasar pertimbangan terebut maka STIE Pertiwi mengadakan pelatihan penggunaan alat statistik yang sudah populer digunakan mahasiswa sebagai alat pengolah data, yaitu program SPSS (Statistical Product and Service Solutions.).

Mengetahui kesulitan utama mahasiswa dalam pengolahan data menggunakan program SPSS, maka STIE Pertiwi selalu mengadakan kegiatan petalihan penggunaan alat statistic tersebut.

Dalam pelatihan yang terbagi menjadi dua sesi ini, instruktur memberikan contoh kasus pengolahan data dari penelitian yang berjudul “PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN POWDER PROCESS PT. FRISIAN FLAG INDONESIA” Studi kasus dengan satu variabel independent dan satu variabel dependent ini ditampilkan kepada seluruh mahasiswa dari proses penginputan data kuesioner, penginputan data kuesioner ke program spss, hingga ke proses pengolahan data dan bagaimana cara kita menginterpretasikan data yang telah diolah tersebut.

Bagi mahasiswa yang ingin mengulangi cara yang telah dipelajari dalam pelatihan tersebut, dapat mendownload file studi kasus pada lampiran di bawah ini:

1. Hand Out Pelatihan SPSS

Informasi Pendaftaran Basic Leadership Training STIE Pertiwi 2015

Panitia Basic Leadership Training (BLT) mengajak seluruh Mahasiswa/i STIE Pertiwi untuk mengikuti kegiatan yang full edutainment, penuh tantangan, dinamis, penum dengan penanaman jiwa kepemimpinan dan kegiatan lainnya yang sangat mengesankan.

BLT ke -7 ini berlokasi di Hotel Tjokro Puncak Cisarua. Dengan fasilitas penginapan dan sarana untuk simulasi kegiatan yang sangat mendukung.

Untuk pendaftaran, segera lakukan di kampus masing-masing. Apabila ada yang  ingin ditanyakan terkait kegiatan ini, dapat menghubungi:

Kampus Utama:
Jl. Ir.H. Juanda 133, Bekasi
Telepon : (021) 8802649
SMS/WA : 0856 9119 2579 PIN BBM : 7E5058FF

Futsal Competition Pertiwi Cup V 2015

Menyambut hari olahraga Nasional pada 9 September 2015, STIE Pertiwi ikut merayakannya dalam bentuk kegiatan kompetisi futsal antar Perguruan Tinggi Pertiwi (STBA, STIE, AKPAR). Dalam kegiatan tersebut turut serta pula staff, guru dan beberapa siswa dari kurusus bahasa Iggrris BBC. 

Maksud dari kegiatan kompetisi futsal ini, selain untuk ajang aktualisasi diri dalam proses pengembangan potensi para pemuda dalam bidang olahraga, juga sebagai sarana silaturahmi antar mahasiswa, dosen, dan staff Perguruan Tinggi Pertiwi.

 Dengan tema kegiatan “Meningkatkan Solidaritas Antar mahasiswa” kegiatan kompetisi futsal ke-5 sukses dilaksanakan di lapangan futsal KCP. Setiap mahasiswa yang mengikuti kompetisi ini, mengharapkan agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut. Selain itu, ada pula yang memberikan saran, agar kegiatan “Pertiwi Futsal Cup” ini mengikut sertakan kampus lain pula, sehingga kompetisi menjadi semakin meriah.

Basic Leadership Training STIE Pertiwi Angkatan Ke-6

Sabtu (08/11/14), Lebih dari 20 Bus dengan menggunakan pengawalan (Voorijder). Lebih dari 700 mahasiswa baru STIE Pertiwi dari seluruh cabang kampus yang tersebar di Jabodetabek ikut menghadiri kegiatan Basic Leadership Training (BLT) ke-6 yang berlokasi di Vila Tjokro, Puncak, Bogor.

Sebagai pengganti kegiatan ospek di Perguruan Tinggi Pertiwi, setiap mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti kegiatan Basic Leadership Training, dimana dalam kegiatan tersebut para peserta diberikan materi pelatihan mengenai kepemimpinan melalui seminar, permainan, kegiatan kelompok, aksi panggung, hingga kegiatan outbound.

Hari pertama pada kegiatan ini dimulai dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh jajaran pengurus, dosen dan tamu undangan STIE Pertiwi. Dalam acara pembukaan tersebut resmi dibuka dengan pelepasan burung dara oleh Bpk. Fakhrurrazi, SE, M.M. bersama dengan tiga pembantu ketua lainnya. 

Setelah acara pembukaan selesai, seluruh peserta memasuki aula utama, dimana pada tempat tersebut para mahasiswa diberikan materi seminar mengenai kepemimpinan dari Dr. H. Suharsono.M.Pd dan Ibu Hj. Tuti Indrayani, S.E., M.B.A. Kedua pembicara yang telah lama menjadi pimpinan dalam organisasi dipimpinnya terebut, memberikan pendidikan, pelatihan, serta pengalaman yang luar biasa kepada seluruh peserta BLT tersebut.

Pada malam harinya kegiatan ini diselingi dengan hiburan dengan menampilkan berbagai macam kreasi dan seni pertunjukan dari tiap-tiap kelompok peserta. Dalam sesi ini banyak peserta yang terlihat bergembira dengan menyaksikan berbagai macam aksi individu maupun kelompok dari para peserta yang tampil. Beberapa penampilan yang ditampilkan oleh para peserta antara lain: bernyanyi, menari, atraksi sulap, stand up comedy, drama, dan kreasi yel-yel antar kelompok. Kemudian, sebelum peserta menjelang tidur mereka diwajibkan terlebih dahulu mengikuti renungan bersama, dengan tujuan untuk mengintrospeksi diri masing-masing dan kembali melangkah menjadi pribadi yang lebih baik setelah pulang dari kegiatan ini.

Pada keesokan harinya, para peserta dibangunkan pada pagi hari untuk mengikuti sholat subuh berjama’ah bagi yang muslim. Setelah itu keseluruhan peserta mengikuti kegiatan senam pagi bersama. Setelah sarapan pagi para peserta yang telah dibagi menjadi beberapa kelompok kini mulai diminta untuk menunjukkan kekompakannya dalam kegiatan permainan dan outbound yang terbagi menjadi beberapa pos yang harus diselesaikan bagi setiap kelompok.

 Dalam kegiatan outbond tersebut, para peserta dilatih dalam kerja sama tim. Bagi yang ditunjuk sebagai ketua kelompok harus memberikan arahan terbaik agar kelompoknya tersebut dapat menjadi pemenang disetiap pos yang ada pada kegiatan tersebut. Anggota tim juga diharuskan untuk saling bekerja sama satu sama lain dan ikut berfikir bagaimana sebuah permainan dapat diselesaikan secara bersama dengan waktu tercepat mengalahkan pesaing-pesaing dari kelompok lainnya.

Dari keseluruhan acara Basic Leadership Training ini diharapkan dapat membekali para peserta dengan kemampuan memimpin, sehingga apa yang telah mereka dapatkan dari acara ini dapat menciptakan pribadi-pribadi yang efektif, unggul, dan berkinerja optimal dalam setiap persoalan maupun tantangan yang mereka hadapi dalam keseharian.

Pelatihan Dasar Kepemimpinan Perguruan Tinggi Pertiwi Tahun 2014

Latihan dasar mahasiswaPerguruan Tinggi Pertiwi kembali mengadakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) yang ditujukan bagi calon senat mahasiswa STBA, STIE dan AKPAR Pertiwi untuk seluruh cabang Kampus Pertiwi. Kegiatan LDKM pada kali ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Pelatihan selama dua hari kali ini diadakan di Kampus Pertiwi Cililitan, yang mana pada tahun sebelumnya, kegiatan dilaksanakan di Wiladatika, Bumi Perkemahan Cibubur.

Selain tempat yang berbeda, pada LDKM kali ini, selain materi kepemimpinan acara ini juga diisi dengan workshop terkait pelatihan berorganisasi dengan baik, hingga pembuatan proposal kegiatan.

Pada awal sesi, Materi pertama dengan tema “Konsep diri (soft skill) dan Kepemimpinan” di sampaikan oleh Dr. H.Suharsono, M.Pd yang kemudian dilanjukan materi Manajemen Organisasi yang disampaikan oleh Ibu Hj. Tuti Indrayani, S.E., M.B.A yang penyampaiannya disertai simulasi dan permainan terkait dengan team work building, Analisis SWOT, visi misi dalam organisasi.

Setelah sholat dan makan siang, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Kelengkapan Organisasi, materi yang memuat tentang penjelasan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, Struktur Organisasi, serta Analisa pekerjaan disampaikan oleh Pembantu Direktur (Pudir 1) AKPAR Pertiwi, yaitu Ibu Rina Ekawati,SE.MM. Setelah jeda sholat Ashar, peserta kembali mengikuti materi lanjutan tentang bagaimana mengadakan rapat yang efektif dari Bapak Arif Nugroho yang merupakan vice presiden dari Pertiwi Group.

Pada malam harinya, peserta diberikan penyampaian materi yang menarik dari ketua STIE Pertiwi, yaitu Bapak Fakhrurazi, SE., MM, mengenai teknik pembuatan proposal yang menjual. Penyampaian materi disertai dengan workshop pembuatan proposal yang difasilitasi oleh pembantu ketua STIE Pertiwi bidang kemahasiswaan, Bapak Mutdi Ismuni, SE., MM. Pada sesi ini, para peserta diminta untuk membuat kelompok dan membuat sebuah proposal yang menarik untuk dipresentasikan keesokan harinya.

Acara yang berlangsung selama dua hari ini (18-19 Oktober 2014) diakhiri setelah materi Presentasi Efektif dari Ketua STBA Pertiwi, Bapak Didi Muyadi SS., MM dan penyampaian proposal dari kelompok-kelompok peserta yang telah ditugaskan sebelumnya. Sebelum ditutup pada acara tersebut sempat dibagikan penghargaan kepada peserta yang berprestasi, pada penutupan tersebut beberapa peserta juga menyampaikan kesan dan pesan dari acara tersebut. Mereka merasa acara tersebut sangat bermanfaat sekali untuk mengasah kemampuan berorganisasi, mereka juga menginginkan apa yang telah mereka dapatkan ini, dapat diaplikasikan dalam organisasi senat di Perguruan Tinggi Peritiwi nantinya.

Dokumentasi dan Materi LDKM 2014:

  1. Manajemen Organisasi
  2. Manajemen Rapat
  3. Tim Kerja
  4. Teknik Membuat Proposal
  5. Tips For Presentation

 

Freddy Rangkuti Lanjutkan Seminar Pengembangan Diri, di Kampus Pertiwi Bekasi

Seminar STIE Pertiwi Bekasi 2014Setelah Sabtu pekan sebelumnya STIE Pertiwi mengadakan Seminar Wajib Mahasiswa Volume Ke-13 di Kampus Pertiwi Cililitan, Sabtu (11/10/14) giliran STIE Pertiwi Bekasi yang memperoleh kesempatan mendapatkan ilmu dan pengalaman yang dibagikan oleh Dr. Freddy Rangkuti dan Dr. H.Suharsono, M.Pd dalam tema “Membangun Pribadi Sukses Dalam Dunia Kerja”.

Lebih dari 300 Mahasiswa STIE Pertiwi berkesempatan hadir dan memperoleh ilmu yang sangat bermanfaat dari pakar Motivasi dan Ilmu strategi manajemen pada kesempatan tersebut. Selain itu, mahasiswa yang mengikuti seminar ini juga memperoleh kesempatan untuk bertanya dan berkonsultasi langsung, baik terkait dengan materi pengembangan diri maupun pertanyaan mengenai strategi pengembangan bisnis. Karena kedua pakar yang menjadi narasumber tersebut memiliki pengalaman sebagai praktisi dan konsultan bisnis.

Peserta untuk Kampus Pertiwi Bekasi ini juga terlihat antusias dalam mengikuti jalannya seminar. Sesi tanya jawab yang diadakanpun dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta, bahkan waktu yang diberikan panitia dalam sesi tersebut terasa kurang, karena banyak peserta yang ingin bertanya secara langsung kepada Dr. Freddy Rangkuti yang telah lebih dari 20 tahun menggeluti dunia konsultasi bisnis di Indonesia dan telah dipercaya untuk menangani perusahaan swasta maupun pemerintah, baik skala nasional maupun multinasional.

Dengan adanya seminar ini selain diharapkan dapat menambah wawasannya mahasiswa tentang dunia kerja profesional dan lingkungan kewirausahaan. Para mahasiswa juga dapat terus mempersiapkan dirinya agar menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, yang memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif yang siap bersaing dalam lingkup nasional maupun internasional.

 Dokumentasi Seminar Vol. 13 Kampus Pertiwi Bekasi

Membangun Pribadi Sukses Dalam Dunia Kerja

Sabtu (04/10/14), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pertiwi Cililitan mengadakan seminar wajib seri motivasi dan pengembangan diri. Pada acara kali ini, lebih dari 400 mahasiswa STIE Pertiwi hadir dalam seminar yang bertajuk “Membangun Pribadi Sukses Dalam Dunia Kerja” Sebagai pembicara Dr. H. Suharsono, M.Pd dan Dr. Freddy Rangkuti.

Acara dimulai dengan sambutan oleh ketua STIE Pertiwi, yaitu Bapak Fakhrurazi, SE., M.M. Setelah itu, ditunjuk sebagai moderator ketua jurusan Manajemen STIE Pertiwi Bapak Mulyadi, SE., M.M. sebagai pemandu sesi pertama seminar yang diisi oleh Bapak Dr. H. Suharsono, M.Pd. Pembicara pertama ini, dikenal sebagai motivator sukses dan sebagai pengusaha dibidang pendidikan, lembaga pendidikan formal dan non formal yang telah dibinanya selama ini, antara lain untuk bidang formal: STIE, STBA dan AKPAR Pertiwi. Sedangkan untuk lembaga non formal antara lain: lembaga kursus Bahasa Inggris BBC-ETS dan bimbingan belajar Calculus. Seluruh lembaga pendidikan tersebut di bawah naungan manajemen Pertiwi Group.

Pada sesi pertama Bapak Dr. H. Suharsono, M.Pd. memberikan penjelasan kepada para peserta seminar bagaimana dan apa yang harus dilakukan agar kita semua dapat menjadi pribadi sukses. Beliau mengatakan “untuk menjadi pribadi sukses, kita harus memiliki pola pikir orang-orang sukses” Arti dari kata tersebut dijabarkan kembali oleh Pendiri Yayasan Pertiwi Global tersebut, salah satu pola pikir orang sukses ialah selalu berpikir positif.

Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi dengan berpikir positif kita tidak mudah menganggap sebuah masalah itu sulit untuk diselesaikan, melainkan menjadikannya sebuah tantangan. Sehingga dalam mewujudkan cita-cita dan impian, kita selalu bersemangat tanpa adanya pikiran negatif yang hanya membuat pribadi kita banyak mengeluh.

Pada sesi kedua, setelah istirahat untuk sholat dzuhur dan makan siang, terlihat para peserta masih sangat antusias untuk melanjutkan seminar ke sesi selanjutnya. Pembicara kedua ialah Dr. Freddy Rangkuti, dalam sesi kedua selaku moderator ialah Bapak Mutdi Ismuni, SE., M.M yang merupakan pembantu ketua bidang kemahasiswaan (Puket III) STIE Pertiwi. 

Pembicara pada sesi kedua Dr. Freddy Rangkuti, merupakan pakar strategi bisnis dan marketing di Indonesia, telah berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam melakukan riset dan menjadi penasihat di berbagai perusahaan, seperti Asian Development Bank, SwissContact, Pertamina, Trans Corp, PT SMART Tbk., ICON +, PT Semen Gresik (Persero) Tbk., PT Semen Bosowa Maros, PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia), PT Astra Otoparts Tbk., PT Cogindo, PT PLN (Persero), PT LG Indonesia, Bank Riau Kepri, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, PT Jasa Raharja (Persero), Pusat Investasi Pemerintah, dan berbagai perusahaan di Indonesia. Selain menjadi konsultan beliau juga aktif dalam menulis buku yang terkait dengan dunia bisnis, marketing dan Investasi, sudah 26 judul bukunya yang telah diterbitkan, bukunya juga sering menjadi rujukan para mahasiswa di Indonesia sebagai referensi dalam penulisan karya tulis ilmiah.

Dr. Freddy Rangkuti memulai pemaparannya dengan pembahasan mengenai diferensiasi, beliau menyampaikan “Differensiasi yang Otentik wajib dimiliki setiap Individu” Konsep differensiasi yang sering kita dengar pada istilah pemasaran ini, beliau tuju kepada pribadi mahasiswa-mahasiswi STIE Pertiwi. Agar ketika lulus nanti mereka dapat menjabarkan keahlian mereka sendiri yang mereka miliki dengan keunggulan-keunggulan tersendiri dibandingkan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) lulusan perguruan tinggi lain, agar dapat memberikan sebuah keuntungan dalam persaingan (competitive advantage). Setelah hal tersebut berhasil, barulah kita dapat menerapkan strategi positioning, yaitu bagaiamana kita dapat menciptakan persepsi yang inngin kita ciptakan dibenak pelanggan.

Penulis buku laris “Business Plan: Teknik Membuat Perencanaan Bisnis & Analisis Kasus” tersebut juga memberikan kiat bisnis, antara lain : 

  1. Superior customer Value: memberikan kebahagiaan pada orang lain terlebih dahulu, jangan mengharapkan orang lain memberikan kebahagiaan terlebih dahulu kepada kita.
  2. Mengembangkan keunggulan bersaing: Potensi yang kita miliki harus dikembangkan, dan
  3. Jangan selalu merasa nyaman di Zona Aman: Terus kembangkan kreativitas dan inovasi.

Sama dengan saat sesi pertama, pada sesi kedua pembicara juga memberikan kesempatan kepada para paserta untuk berdiskusi melalui pertanyaan-pertanyaan yang ingin disampaikan para peserta. Antusiasme mahasiswa terlihat sangat aktif pada saat sesi tanya jawab ini, banyak sekali mahasiswa yang ingin bertanya dan berkonsultasi tentang bisnis mereka kepada para pembicara. Namun karena keterbatasan waktu, maka moderator hanya memberikan kesempatan kepada beberapa mahasiswa/i saja.

Sebagai penutup moderator membacakan sebuah hadis dari Rasulallah SAW, diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni). Beliau mengharapkan setelah kegiatan seminar ini, para mahasiswa dapat menjadi manusia-manusia yang bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, lingkungannya dan bagi bangsa dan negaranya.

Setelah kesimpulan dari moderator, saatnya pembagian kenang-kenangan kepada para pembicara sebagai ucapan terima kasih atas waktu luang yang diberikan kepada STIE Pertiwi, kemudian acara seminar ditutup dengan do’a bersama.(EM)

Dokumentasi Seminar Wajib STIE Pertiwi Cililitan Volume 13

Seminar STIE Pertiwi Volume 13, Tahun 2014

Seminar STIE Pertiwi 2014

Seminar STIE Pertiwi
“Membangun Pribadi Sukses Dalam Dunia Kerja”

Bersama Motivator ulung:

  • Dr.H.Suharsono, M.Pd
  • Dr. Freddy Rangkuti,

Sabtu: 04 Oktober 2014
Jam 08.00 s.d selesai
Auditorium Utama Kampus Pertiwi Cililitan.

Biaya Rp 130.000.
Pendaftaran paling lambat tgl 30 september 2014

Informasi lebih lanjut, silahkan langsung hubungi sekertariat bersama masing-masing kampus STIE Pertiwi.