One Day Seminar “Motivasi Menggapai Sukses”

“Apa definisi motivasi menurut Anda?” Serentak para mahasiswa STIE Pertiwi mengangkat tangannya sambil berlomba-lomba mencoba mendefinisikan kata “motivasi” Sabtu, 30 Juni 2013 kampus STIE Pertiwi yang berlokasi di Jl. Dewi Sartika Cililitan dipadati oleh para mahasiswa STIE Pertiwi yang sangat antusias mengikuti acara seminar “Motivasi Penggapai Sukses” Perhelatan yang menghadirkan motivator muda Shiwy Maulina dan Ramaditya Adikara ini merupakan rangkaian seminar wajib bagi mahasiswa STIE Pertiwi.

 

Setiap manusia pada umumnya mempunyai definisi yang berbeda-beda mengenai Motivasi, begitu juga dengan para mahasiswa yang notabene dalam masa pencarian jatidiri.  Tentu ada banyak tujuan yang ingin dicapai  di masa muda dan ada banyak cara untuk mencapai tujuan tersebut, asalkan ada motivasi di dalam diri yang tidak pernah padam, pasti tujuan akan tercapai.

Soemanto (1987) secara umum mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan tenaga yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi pencapaian tujuan. Karena kelakuan manusia itu selalu bertujuan.  Begitu juga dengan mahasiswa sebagai insan pembelajar tentu mempunyai motivasi yang berbeda-beda untuk mencapai cita-citanya.

 

Pada sesi pertama, Shiwy Maulina yang merupakan motivator muda menampilkan beberapa video yang menggambarkan pentingnya melihat kelebihan diri sendiri dan pentingnya mengambil hikmah dari sebuah kegagalan atau kesalahan.  Manusia di dunia ini hidup dalam kekurangan dan kelebihan masing-masing, jika kita merasa kurang dalam segala hal tentunya di belahan dunia yang lain ada yang lebih kurang dari pada kita.  Disinilah pentingnya  membangun motivasi untuk senantiasa terus berusaha mencapai cita-cita dan keinginan dengan segala kekurangan maupun keterbatasan yang kita miliki.

Banyak kisah para tokoh besar di dunia ini yang mengawali kisahnya dari keterbatasan, artinya semua manusia punya peluang yang sama besarnya untuk bisa berhasil terlepas dari kekurangan yang dimiliki.  Setiap manusia juga punya keunikan yang menjadi ciri khas dan bisa menjadi selling point.  Yang menjadi penting adalah bagaimana menemukan potensi dalam diri.  Awali dengan menentukan impian serta mengokohkan keyakinan untuk dapat mencapai impian tersebut.

Sesi kedua di isi oleh Ramaditya Adikara, seorang motivator muda juga yang terkenal dengan julukan “Blind Trainer”, Dosen yang memiliki keterbatsan ini mendorong para mahasiswa/i STIE pertiwi agar tidak gampang mudah menyerah dari semua masalah atau rintangan yang sedang dihadapi saat mengejar impian.

 

 

 

Rama yang juga seorang penulis dan mencintai dunia game ini, menceritakan kisah hidupnya dan berbagi pengalaman bagaimana cara memecah keterbatasan menjadi potensi yang luar biasa.

Sesi ini ditutup dengan kesimpulan pentingnya menjadi manusia yang kuat dalam berusaha dan selalu termotivasi untuk selalu mencari ilmu, jadikan aktivitas menyambut pagi dengan niat untuk menuntut ilmu.(M/Y)

 

 

—–oOo—–

Download Materi Seminar:

Shiwy Maulina – Mengungkap Ketrbatasan orang orang kecil yang berhasil menjadi besar

Ramaditya Adikara – Get the spirit from our limi

Dialog Terbuka “Peran Pemilih Pemula Pada Pesta Demokrasi 2014”

Pesta demokrasi rakyat sudah di depan mata, mahasiswa sebagai pemilih muda perlu mendapatkan edukasi dan sosialisasi agar tidak salah menggunakan hak piilihnya. Metode pendekatan yang digunakan untuk pemilih muda harus dapat mengarahkan pemula sebagai subjek yang akan mendukung dalam proses demokrasi.

Tidak dapat dipungkiri adanya stigma bahwa politik itu berat dan complicated di mata pemilih pemula, oleh karenanya perlu dilakukan dialog dalam forum-forum pemuda dan sosialisasi dengan menggunakan media komunikasi yang familiar di kalangan pemuda, karena harus disadari bahwa dari kelompok-kelompok pemuda yang dinamis dan komunikatif informasi akan bergerak lebih cepat dan luas.

Mendukung hal tersebut Kampus Pertiwi Cililitan menyenggarakan dialog terbuka yang berlangsung secara live bertempat di ruang auditorium Pertiwi, pada Sabtu, 22 Juni 2013 acara ini di pandu oleh Misty Malik, menghadirkan Bapak Prof. DR. H. Amin Rais, Dwiki Dharmawan, Didin Bagito dan perwakilan dari KPUD Prov DKI Jakarta, dan di tayangkan on air oleh 103.4 Radio Jakarta.

Dalam dialog terbuka ini Bapak Prof. DR. H. Amin Rais membuka cara pandang para pemuda, khususnya mahasiswa Pertiwi dan para pendengar 103.4 Radio Jakarta, bahwa salah satu bentuk demokrasi adalah dengan adanya pemilihan umum yang bertujuan untuk menyalurkan keinginan rakyat, karena tanpa demokrasi pemerintahan akan berjalan secara otoriter. Peran pemuda sebagai penerus bangsa dalam pesta demokrasi dapat diwujudkan dengan berpartisipasi dalam pesta demokrasi dengan penuh rasa tanggung jawab dan menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya. 

Begitu juga ditegaskan oleh Bapak Reformasi Indonesia, Partai Politik yang ikut dalam pesta demokrasi harus dapat menampung keinginan rakyat serta memiliki moralitas yang tinggi. Sosok wakil rakyat yang bisa memenuhi kriteria untuk dipilih diantaranya memenuhi 3 (tiga) hal: Mampu memegang amanat, Jujur dan tahan uji. Karena ketika wakil rakyat dipilih oleh rakyatnya maka tanggung jawab dan kesetiaannya tidak lagi terhadap partainya namun sepenuhnya kepada bangsanya.

Berdasarkan data yang dimiliki KPUD Prov DKI Jakarta, 20% pemilih berasal dari kalangan pemuda yang berusia 17-23 tahun, oleh karena itu KPU memiliki website yang mudah di akses dan efektif dalam mengkomunikasikan dan mensosialisikan para calon wakil rakyat dikalangan pemuda, web ini juga dapat digunakan untuk membuka peluang terciptanya dialog antara pemilih dengan calon yang akan dipilih.

Sebagai calon wakil rakyat Dwiki Dharmawan dan Didin Bagiito juga mendorong para pemuda untuk menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi 2014 mendatang. Pemuda sebagai kaum intelektual harus menjadi Pemilih yang cerdas untuk memilih calon yang tepat. (M/Y)

Dokumentasi:

—–oOo—–

Wisuda Bersama Perguruan Tinggi Pertiwi Tahun Akademik 2012/2013

 

 

Wisuda merupakan sebuah momentum bersejarah bagi setiap mahasiswa/i setelah menimba ilmu dan melewati berbagai fase pembelajaran di bangku kuliah, diharapkan seorang mahasiswa/i mampu menjadikan gelar kesarjanaannya sebagai bekal dalam menapaki kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Harus disadari bahwa wisuda bukanlah akhir perjuangan bagi seorang insan pembelajar, tapi justru merupakan titik awal untuk memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya, seperti yang disampaikan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Pertiwi Global, Bapak DR. H. Suharsono, M.Pd, MM dalam sambutannya di acara wisuda bersama program sarjana dan Diploma Yayasan Pendidikan Pertiwi Global pada hari Rabu, 24 April 2013.

Perhelatan akbar yang bertempat di gedung SME Tower Jakarta ini merupakan acara wisuda bersama program Sarjana dan Diploma dari 3 (tiga) Perguruan Tinggi Yayasan Pendidikan Pertiwi Global, yakni; Akademi Pariwisata (AKPAR) Pertiwi, Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Pertiwi dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pertiwi.

Rapat terbuka senat Perguruan Tinggi Pertiwi dalam acara wisuda ke-5 program Sarjana dan diploma tahun akademik 2012/2013 ini melantik 282 wisudawan dan wisudawati.  Acara dihadiri Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Pertiwi Global, Bapak DR. H. Suharsono, M.Pd, MM, Senat Akademika Perguruan Tinggi Pertiwi, Pimpinan Perguruan Tinggi di wilayah Kopetis III dan IV, Manajemen Pertiwi Global, para orang tua wisudawan/wisudawati, tamu undangan dan hadir pula DR.Ir. Akbar Tandjung yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan orasi ilmiah dengan tema “Membangun Sumber Daya Manusia yang Memiliki Etos Kerja dan Jiwa Kepemimpinan yang Unggul. “

Pesan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Pertiwi Global, Bapak DR. H. Suharsono, M.Pd, MM kepada wisudawan dan wisudawati untuk senantiasa bekerja keras dalam mencapai cita-cita “ Lulusan pertiwi harus selalu memegang teguh nilai-nilai yang diterapkan selama menempuh pendidikan di Pertiwi, nilai-nilai tersebut ialah Sukses Pelanggan, Profesionalisme, Budaya Berprestasi, Kerjasama Tim, Budaya pembelajar serta Kreativitas dan Inovasi” ujar Ketua.

Dalam orasi ilmiahnya Bapak DR. Ir. Akbar Tandjung menyampaikan “Wisudawan dan wisudawati Pertiwi harus mampu menerapkan ilmu dan berprilaku profesional di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, karena tantangan sesungguhnya ada di tengah dinamika kehidupan bangsa dan negara oleh karena itu diperlukan sumber daya manusia yang memiliki etos kerja dan jiwa kepemimpinan yang unggul untuk menjawab kompleksitas kehidupan bermasyarakat dan bernegara.”

 

Dari 282 wisudawan dan wisudawati yang dilantik oleh Ketua Yayasan Pendidikan Pertiwi Global, Ibu Hj. Tuty Indrayani , S.E., MBA., empat belas diantaranya merupakan wisudawan dan wisudawati terbaik yakni Sapta, Ahli Pratama dengan IPK 3,57, Gunawan Supriyadi, Ahli Madya dengan IPK 3,49. Ahmad Irfan, Ahli Madya dengan IPK 3,62, Riana Andriyani, S.S.dengan IPK 3,36, Nia Maesyaroh, S.S., dengan IPK 3,33. Eka Tri Susanti, Ahli Madya dengan IPK 3,44. Yanti Apriyanti, S.E.dengan IPK 3,48. Udin Toharudin, S.E. dengan IPK 3,48. Dedeh Marlina, S.E. dengan IPK 3,63. Evi Lasmeria, S.E. dengan IPK 3,52. Enggar Wahyuni, S.E.dengan IPK 3,84. Dian Wahyuni, S.E. dengan IPK 3,54. Lela Elvira, S.E.dengan IPK 3,35. Nurhasanah, S.E.dengan IPK3,22.

Pelantikan para wisudawan dan wisudawati berjalan dengan lancar dan hikmad, acara ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.
 

Acara Wisuda Bersama Perguruan Tinggi Pertiwi Diliput Oleh Media Televisi Nasional TVRI dan beberapa media cetak nasional. (M/Y)

 
—–oOo—–