Jurnal Berkala Accounting & Finance Vol. 7, No. 1, Juni 2014

 

 

 

ANALISIS REKONSILIASI FISKAL TERHADAP PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN BADAN PADA PT. PILLAR MUTIARA TAHUN 2013

Uswatun Khasanah
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai pajak penghasilan terutang perusahaan dengan melakukan rekonsiliasi laporan keuangan komersial menjadi laporan keuangan fiskal pada PT. Pillar Mutiara yang beralamat di Jl. Siaga Bappenas No. 5 – 6 Jakarta . Dalam penelitian yang dilakukan, penulis menganalisis data dengan metode deskriptif yaitu dengan menggambarkan keadaan laporan keuangan atas fenomena yang terjadi dengan melakukan pengumpulan data, menghitung PPh, melakukan koreksi fiskal sesuai dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa laporan keuangan komersial telah sesuai dengan PSAK No. 24 tahun 2012 dan sesuai berdasarkan Pasal 17dan 31E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang PPh Atas Penghasilan dari usaha. Terdapat komponen – komponen biaya yang mempengaruhi terjadi koreksi fiskal positif dan negatif seperti upah tenaga kerja, biaya overhead dan lain sebagainya .
Terdapat selisih sebesar Rp. 417.061.740 atas laba fiskal dimana menurut perusahaan laba fiskal sebesar Rp. 1.225.743.398 sedangkan menurut penulis, laba fiskal PT Pillar Mutiara Tahun 2013 sebesar Rp. 1.642.805.138. Dan diketahui PPh badan yang dikenakan Pada PT. Pillar Mutiara sebelum koreksi fiskal sebesar Rp. 51.762.393 dan Rp. 206.289.160 Setelah rekonsiliasi Fiskal.

Keywords : Rekonsiliasi Fiscal & Pajak Badan

 

PERANAN INTERNAL AUDIT TERHADAP FUNGSI PEMBELIAN
PADA PT. T. RAD INDONESIA

Ade Irawan
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan yang sahih (valid), dan dapat dipercaya (reliable) tentang sejauh mana Peranan Audit Internal Terhadap Fungsi pembelian, serta Prosedur dalam pembelian yang telah dibuat oleh perusahaan apakah sudah dijalankan sesuai prosedur. Peranan audit internal bertujuan menilai peranan audit internal terhadap fungsi pembelian dan mengetahui bagaimana prosedur pembelian yang dijalankan oleh PT T.rad Indonesia.
Perusahaan menyadari perlunya peranan audit internal terhadap kegiatan pembelian yang dilakukan, yang dapat meningkatkan kinerja dan kemajuan perusahaan, walaupun masih terdapat penemuan audit yang perlu diperbaiki yang dapat mengurangi nilai kinerja pembelian.
Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah kualitatif yang dilaksanakan pada PT T.Rad Indonesia, yang menggunakan data primer dimana data yang dihasilkan adalah data deskriptif. Mengenai hasil peranan audit internal terhadap fungsi pembelian yang dilaksanakan dengan menggunakan beberapa sumber buku, data, wawancara, observasi dan kuesioner dengan cara memberikan kuesioner dengan cara memberikan pertanyaan kepada fungsi-fungsi yang terkait dengan peranan audit internal terhadap fungsi pembelian. Dari penelitian diajukan 30 pertanyaan dan melibatkan 30 responden diperoleh jawaban “Ya” sebanyak 29 butir, sehingga presentase yang dapat dihitung menjadi 95%, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa peranan audit internal terhadap fungsi pembelian pada PT T.Rad Indonesia sudah sangat baik. Tetapi masih ada hal yang perlu diperhatikan pada PT T.Rad Indonesia merupakan perusahaan bergerak dibidang Manufacruring.
Untuk pembelian yang dilakukan pada PT T.rad Indonesia sudah dilakukan sesuai prosedur perusahaan sehingga dapat dikatakan fungsi pembelian yang dijalankan pada perusahaan tersebut berjaln dengan baik.
Sesuai dengan flowchat yang ada bagian pembelian menjalankan fungsinya dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Keywords : Internal Audit & Pembelian

 

ANALISIS PEMERIKSAAN INTERNAL TERHADAP PERSEDIAAN BAHAN BAKU PT. YOROZU AUTOMOTIVE INDONESIA

Saltum
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

Persediaan merupakan sala satu aktiva penting yang dimiliki oleh perusahaan. Untuk itu diperlukan adanya sistem pengendalian internal terhadap persediaan bahan baku yang baik untuk menjaga persediaan tersebut dari hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengendalian internal terhadap persediaan bahan baku yang diterapkan.
Untuk memperoleh data yang diperlukan maka penulis menggunakan data berupa observasi, wawancara, dan kepustkaan dengan cara meminta informasi dan data-data dari PT Yorozu Automotive Indonesia kemudian dibandingkan dengan teori-teori yang diperoleh dari berbagai pengarang buku, jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan primer. Penulis memperoleh data melalui teknik wawancara langsung dengan karyawan tersebut dan observasi.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal terhadap persediaan bahan baku pada PT Yorozu Automotive Indonesia sudah cukup berjalan sesuai prosedur, dimana adanya pemisahaan diantara fungsi-fungsi terkait dengan penerimaan dan pengeluaran barang, pemantauan terhadap persediaan bahan baku juga dilakukan secara periodik oleh bagian Gudang melalui kegiatan stok opname.

Keywords : Pemeriksaan Internal & Persediaan Bahan Baku

 

PEMERIKSAAN INTERN ATAS PROSEDUR PENJUALAN
PADA PT. MULTI GUNA TRANS ENERGI

Ela Fauziah
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

Penelitian ini bertujuan Menilai apakah proses penjualan pada PT. Multi Guna Trans Energi sudah sesuai dengan aturan Standart Prosedur yang ditetapkan perusahaan dan menilai apakah ada kelemahan dalam prosedur penjualan, sehingga dapat memberikan masukan ke perusahaan supaya prosedur penjulan semakin lebih baik dan dan dapat meningkatkan efektivitas dan efesinsi dalam fungsi penjualan. penelitian menggunakan metode kepustakaan dan penelitian lapangan. Metode penelitian kepustakaan yaitu mengumpulkan, membaca dan mencatat serta mempelajari literatur. Metode penelitian lapangan yaitu mengadakan observasi langsung, melakukan wawancara dengan bagian terkait, mengamati cara kerja bagian penjualan , dan diskusi dengan manajemen perusahaan.
Hasil penelitian menunjukkan struktur organisasi perusahaan tidak memisahkan fungsi penjualan dan fungsi penagihan mengakibatkan terlambat menagih piutang ke pelanggan. Sebagian besar sales order tidak mendapatkan otorisasi dari Sales Manager hal ini mengakibatkan tidak ada yang bertanggung jawab terhadap sales order. Tidak adanya fungsi kredit mengakibatkan banyak piutang tidak tertagih. Monitoring pekerjaan oleh atasan langsung belum berjalan dengan baik sehingga banyak tugas-tugas administratif yang terbengkalai.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas disarankan agar perusahaan mengkaji kembali prosedur penjualan yang sudah berjalan dan membentuk fungsi kredit.

Keywords : Pemeriksaan Intern Prosedur Penjualan

 

PENGARUH PERANAN AUDIT INTERNAL TERHADAP PENERAPAN
GOOD COORPORATE GOVERNANCE PADA
PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO)

Fitrawansyah
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan yang valid tentang sejauh mana pengaruh Peranan Audit Internal terhadap Penerapan GCG pada PT. KAI (Persero) yang beralamat di JL. Perintis Kemerdekaan Bandung. Metode Penelitian yang digunakan Deskriptif dan Assosiatif (Kuantitatif) , dengan teknik penyebaran kuesioner kepada responden yaitu Audit Internal PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebanyak 33 orang, dengan berbentuk skala likert dengan kategori nilai 1 – 5.
Analisa data dilakukan dengan regresi linear sederhana diperoleh persamaan Y = 33,137 + 0,389x. yang berarti bila jika peranan audit internal ditingkatkan 1 satuan maka penerapan GCG meningkat sebesar 33,317. Dari perhitungan Koefisien Korelasi diperoleh hasil nilai R sebesar 0.444 yang berarti bahwa korelasi/hubungan antara peranan audit internal dengan penerapan Good Corporate Governance mempunyai hubungan yang sedang sebesar 44.4 %. Sedangkan nilai R Square = 0,197 = 19,7% Artinya bahwa variabel independen yg diteliti memiliki pengaruh kontribusi sebesar 19,7% terhadap variabel Y, sedangkan 80,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel yg diteliti.

Keywords : Audit Internal & GCG

 

ANALISIS WITHOLDING TAX SYSTEM PAJAK PENGHASILAN PASAL 4 AYAT 2 ATAS BUNGA DEPOSITO & TABUNGAN
PADA PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO)
CABANG KABUPATEN KARAWANG, JAWA BARAT.

Sri Mulyani
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

The Purpose of this research is to know mechanism of withholding tax system of income tax section 4 article 2 of interst deposit and saving at PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) branch Karawang Regency, West Java.
The data collection technique used a field research and literature study. This reasearch has concluded the factor affecting deposit and saving that is interest rate, deposit amount, and period of deposit or saving. Example : Total deposit in january is Rp. 2.063.000.000 and total interest of deposit Rp. 13.126.330 and then income tax section 4 articel 2 of interest deposit is Rp. 2.641.384 could be compared with ferbruary total deposit Rp. 1.156.000.000 and total interest of deposit Rp. 6.573.539 and then income tax section 4 articel 2 of interest deposit is Rp. 1.319.750. Increase and decrease of income tax section 4 articel 2 affecting by interest rate, deposit amount, and period of deposit or saving

Keyword : Income Tax Section 4 Article 2, Interst Deposit & Saving, Witholding Tax system

 

 

Download

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *