Jurnal Accounting & Finance Vol. 4, No. 2, September 2011

 

 

 

ANALISA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA PADA SMK NEGERI 58 JAKARTA

Sri Mulyani
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

Penulis menggunakan metode analisis perbandingan antara anggaran pendapatan dan belanja terhadap realisasinya, untuk melihat kebenaran dari analisis anggaran pendapatan dan belanja. Berdasarkan pada data Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah beserta realisasinya selama dua tahun pelajaran 2007/2008 sampai dengan 2009/2010.
Dapat dijelaskan bahwa analisis anggaran pendapatan dan belanja pada tahun pelajaran 2009/2010 sebesar Rp. 6.907.441.040, sedangkan tahun pelajaran 2009/2010 sebesar Rp. 9.558.499.648. sehingga anggaran pendapatan dan belanja mengalami peningkatan sebesar Rp. 2.651.058.608 atau 38,38%.
Dengan menggunakan analisis realisasi pendapatan dan belanja pada tahun pelajaran 2007/2008 sebesar Rp. 7.382.374.376, sedangkan tahun pelajaran 2009/2010 sebesar Rp. 8.456.222.656. sehingga realisasi pendapatan dan belanja mengalami peningkatan sebesar Rp. 1.073.848.280 atau 14,50%.
Dengan menggunakan analisis perbandingan anggaran pendapatan dan belanja terhadap realisasi pendapatan dan belanja. Dimana untuk anggaran pendapatan dan belanja pada tahun pelajaran 2007/2008 sebesar Rp. 6.907.441.040 terhadap realisasi pendapatan dan belanja pada tahun pelajaran 2007/2008 sebesar Rp. 7.382.374.376 dengan pencapaian 106,88% sedangkan kelebihannya sebesar Rp. 474.933.336% .
Dengan menggunakan analisis perbandingan anggaran pendapatan dan belanja terhadap realisasi pendapatan dan belanja. Dimana untuk anggaran pendapatan dan belanja pada tahun pelajaran 2009/2010 sebesar Rp. 9.558.499.648 terhadap realisasi pendapatan dan belanja pada tahun pelajaran 2009/2010 sebesar Rp. 8.456.222.656 dengan pencapaian 88,47% sedangkan sisanya sebesar Rp. 1.102.276.992 atau 11,53% tidak terealisasi.

 

Pengaruh Harga Pokok Penjualan terhadap Laba Kotor pada PT.Cholyfour Mitra Mandiri Cikarang

Titin Subarti
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan yang sahih (valid), dan dapat dipercaya (reliable) tentang sejauh mana kuatnya atau eratannya pengaruh antara harga pokok penjualan terhadap laba kotor pada PT.Cholyfour Mitra Mandiri yang beralamat di Jalan Raya Lemah Abang No. 33, Cikarang Timur, Bekasi 17550 pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2010. Metode Penelitian yang digunakan metode asosiatif, yaitu metode yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Metode ini berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol suatu gejala atau peristiwa. Metode pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik penelitian lapangan, penelitian kepustakaan dan penelitian dokumenter.
PT.Cholyfour Mitra Mandiri selama tiga periode dari tahun 2007 sampai dengan 2009 diketahui bahwa, Analisis keuangan dilakukan dengan penghitungan harga pokok penjualan dan perhitungan laba kotor, berdasarkan penghitungan harga pokok penjualan yang terjadi jumlah harga pokok penjualan terus meningkat, peningkatan harga pokok penjualan pada tahun 2009 yaitu sebesar Rp.17.295.258.797,00 atau ( 31,96% ) dibandingkan tahun 2008 dan peningkatan harga pokok

penjualan pada tahun 2010 yaitu sebesar Rp.17.530.163.272,00 atau ( 23,43% ) dibandingkan tahun
2009. Dan berdasarkan penghitungan laba kotor yang terjadi jumlah laba kotor terus peningkatan,
peningkatan laba kotor pada tahun 2009 yaitu sebesar Rp.3.387.759.978,00 atau ( 6,26% )
dibandingkan tahun 2008 dan peningkatan laba kotor pada tahun pada tahun 2010 yaitu sebesar
Rp.384.011.053,00 atau ( 0,51% ) dibandingkan tahun 2009.
Analisis statistik dilakukan dengan analisis regresi diperoleh Y 12.206,237  0.108X

diartikan
bahwa bila setiap kenaikan harga pokok penjualan ( X ) sebesar Rp.1 maka akan menghasilkan
peningkatan laba kotor ( Y ) sebesar Rp.0,108 atau bila X = 0 maka Y adalah sebesar 12.206,237. Uji
Koefisien Korelasi, diperoleh nilai r = 0,907 memberi indikasi bahwa terdapat tingkat eratnya atau
kuatnya pengaruh dan positif antara variabel harga pokok penjualan ( X ) terhadap variabel laba
kotor ( Y ). Koefisien Determinasi diperoleh nilai sebesar 82,3%, hal ini menunjukan bahwa besarnya
kontribusi atau pengaruh antara variabel harga pokok penjualan ( X ) terhadap variabel laba kotor (
Y ) adalah sebesar 82,3% sisanya 17.7% adalah dipengaruhi oleh penjualan. Uji Keberatian Koefisien
Korelasi ( Uji t ) diperoleh nilai t hitung = 2,154 dan t tabel = 12,706. ternyata H0 diterima, artinya tidak
ada pengaruh antara variabel harga pokok penjualan ( X ) terhadap variabel laba kotor ( Y ).

 

ANALISA KOREKSI FISKAL TERHADAP LAPORAN KEUANGAN KOMERSIAL DALAM MENENTUKAN PAJAK PENGHASILAN TAHUNAN PT. PATRA MITRA KONSULINDO

Lisdawati
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

Analisa Koreksi Fiskal Terhadap Laporan Keuangan Komersial Dalam Menentukan Pajak Penghasilan Tahunan PT. Patra Mitra Konsulindo
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara pendapatan dan biaya berdasarkan undang-undang perpajakan dengan pernyataan standar akuntansi keuangan, menganalisa koreksi fiskal dalam menentukan nilai pajak penghasilan terhutang perusahaan, sehingga perusahaan tidak perlu membuat dua pembukuan untuk tujuan yang berbeda, serta mengetahui jumlah pajak penghasilan tahunan yang harus dibayar perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya beda antara laba akuntansi dengan laba untuk tujuan pajak. Laba komersial untuk tahun 2011 adalah Rp. 1.420.601.526,00 sedangkan laba setelah koreksi fiskal untuk tahun 2011 sebesar Rp. 1.418.327.382. Perbedaan ini dikarenakan laporan komersial disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan, sedangkan laporan keuangan fiskal disusun sesuai peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, apabila terjadi ketidaksamaan antara ketentuan perpajakan dan praktek atau standar akuntansi yang berlaku umum, undang-undang perpajakan mempunyai prioritas untuk dipatuhi di atas praktek kelaziman akuntansi.

Hasil analisa ini menunjukkan bahwa pengakuan dan penerapan analisa koreksi fiskal terhadapap laporan keuangan komersial, masih kurang sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Dimana perusahaan belum mengoreksi salah satu bebannya yaitu beban akomodasi hotel dan transportasi sebesar Rp. 161.737.700,00, nominal tersebut termasuk dalam kategori koreksi fiskal positif yang artinya adalah koreksi positif terhadap beban tersebut menambahkan penghasilan kena pajak dalam menentukan pajak pengahasilan tahunan, karena beban tersebut merupakan perjalanan direksi. Untuk pajak penghasilan yang dibayarkan Perusahaan Konsultan Migas PT. Patra Mitra Konsulindo untuk tahun 2011 menurut perhitungan perusahaan adalah sebesar Rp. 122.949.029,00, sedangkan menurut peneliti setelah beban akomodasi hotel dan transportasi dimasukkan dalam koreksi fiskal positif menjadi Rp. 144.611.131,00. Selain itu, Perusahaan tidak menetapkan nilai sisa pada metode penyusutan aktiva tetapnya, karena menurut perusahaan aktiva yang dimiliki perusahaan adalah yang hanya mempunyai nilai umur ekonomis dibawah 5 tahun, seharusnya berapapun nilai umur ekonomis jenis aktiva itu di dalam PSAK nilai sisa terhadap aktiva tetap harus ditentukan.

 

ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PIUTANG USAHA PADA PT METAPLAS CITRA CEMERLANG CIKARANG

Fitrawansyah
Dosen STIE International Golden Institute (IGI)
Jl. Anggrek Cendrawasih VIII No.1 Slipi – Jakarta Barat Telp. 021 – 5308814

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi berdasarkan fakta dan data yang dapat dipercaya tentang penerapan sistem pengendalian intern piutang usaha pada PT Metaplas Citra Cemerlang Cikarang. Penelitian ini merupakan penelitian studi lapangan, karena penelitian ini hanya mengumpulkan data, pencarian fakta, menganalisa data serta menafsirkannya berdasarkan teori yang ada.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik penelitian kepustakaan dan teknik penelitian lapangan. Teknik penelitian lapangan itu sendiri terdiri dari wawancara, observasi dan kuesioner. Metode analisis data adalah metode deskriptif yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan dan menggambarkan data yang telah dikumpulkan untuk kemudian diinterpretasikan sesuai landasan teori yang telah disusun. Evaluasi prosedur penjualan kredit dan penagihan piutang dilakukan dengan metode langsung yaitu wawancara dengan fungsi terkait dan observasi. Teknik kuesioner dengan cara mengajukan pertanyaan kepada fungsi yang terkait di dalam sistem pengendalian intern piutang usaha. Dari penelitian yang dilakukan dengan jumlah pertanyaan sebanyak 20 pertanyaan dan melibatkan 20 responden diperoleh jawaban ”Ya” sebanyak 17 butir, sehingga presentase dapat dihitung menjadi 85%. Oleh karena itu dapat dikatakan jika sistem pengendalian intern piutang usaha pada PT Metaplas Citra Cemerlang Cikarang adalah ”Baik ”.
Fungsi yang terkait dalam sistem pengendalian intern piutang usaha adalah fungsi penjualan, fungsi logistik, fungsi keuangan, dan fungsi akuntansi. Jaringan prosedur yang berhubungan dengan sistem pengendalian intern piutang usaha adalah prosedur pelaksanaan pengendalian intern piutang usaha, prosedur pencatatan piutang, prosedur penagihan piutang, dan prosedur pelaporan piutang. Sistem pengendalian intern piutang usaha pada PT Metaplas Citra Cemerlang Cikarang dapat dikatakan sudah baik, hal ini ditunjukkan dengan adanya pemisahan tugas untuk setiap fungsi-fungsi yang ada, dan terus diadakannya pengawasan yang baik dari pihak manajemen sehingga setiap kegiatan perusahaan dapat dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

 

 Download

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *