Jurnal Accounting & Finance Vol. 7, No. 2, Desember 2014

 

 

 

PENGARUH PAJAK REKLAME TERHADAP
PENINGKATAN PENDAPATAN PAJAK DAERAH DI KABUPATEN KARAWANG.

Uswatun Khasanah
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan yang sahih (vailid), dan dapat dipercaya (realiable) tentang sejauh mana Pengaruh Pajak Reklame Terhadap Peningkatan Pendapatan Pajak Daerah di Kabupaten Karawang, yang beralamatkan di Jl.Ahmad Yani No.1 Karawang. Pada Laporan Pendapatan Pajak Daerah tahun 2009 sampai tahun 2014.
Analisis statistik deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran tentang perkembangan data yang diolah sehingga data dalam bentuk variabel Pajak Reklame (X) dan Pajak Daerah(Y) pada DPPKAD Karawang menjadi mudah untuk dipahami. Analisis statistik deskriptif variabel dalam penelitian ini meliputi variabel bebas yaitu Pajak Reklame (X) dan Pajak Daerah (Y) dari periode Tahun 2009 sampai dengan Tahun 2014.
Berdasarkan perhitungan analisis regresi diperoleh hasil Y= 6681550230423+0,795X artinya setiap kenaikan target pajak daerah sebesar satu rupiah diperlukan kenaikan pendapat koefesien korelasi untuk koefesien korelasi X atas Y mendapatkan nilai sebesar 0,795 yang artinya Pajak Reklame mempunyai pengaruh yang kuat terhadap Pajak Daerah. Berdasarkan perhitungan nilai koefesien determinasi untuk koefesien korelasi X atas Y mendapatkan nilai 63,19 %, yang artinya Pajak Reklame mempunyai pengaruh sebesar 63,19 % terhadap Pajak Daerah, sedangkan sisanya 36,81 % dipengaruhi faktor lainnya seperti contoh pajak hiburan, pajak kendaraan bermotor, pajak penerangan jalan dan pajak daerah lainya yang diberlakukan di Kabupaten Karawang.
Berdasarkan hasil perhitungan Uji Signifikansi Koefesien Korelasi untuk Koefesien Korelasi X atas Y (Uji t) yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh atau hubungan yang signifikan antara Pajak Reklame dan Pendapatan Pajak Daerah di Kota Karawang.

Keywords : Pajak Reklame & Pendapatan Pajak Daerah

 

ANALISIS PROSEDUR AUDIT INTERNAL
DALAM MENUNJANG EFEKTIFITAS SISTEM PENGGAJIAN CADDIE PADA PT.LOTUSLAKES GOLF CLUB

Fitrawansyah
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan audit internal dalam menunjang sistem penggajian caddie pada PT.Lotuslakes Golf Club, untuk mengetahui prosedur audit internal dalam menunjang efektifitas sistem panggajian caddie pada PT.Lotuslakes Golf Club.
Dalam penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif analistis. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, data primer yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan dengan cara observasi dan wawancara dan data sekunder yang diperoleh melalui literatur kepustakaan, dokumen perusahaan, catatan laporan penggajian caddie perbulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa prosedur audit internal pada PT. Lotuslakes Golf Club berperan penting dalam menunjang efektivitas pengelolaan gaji, pada dasarnya Audit Internal pada PT.Lotuslakes Golf Club seharusnya terpisah atau berdiri sendiri menjadi Departement tersendiri, disamping itu kurangnya pengawasan yang mungkin terlewati oleh Caddie master selaku staff yang berperan penting dalam pengecekan awal pelaporan penggajian caddie kepada HRD yang saat ini menjadi Audit intern berpengaruh pada hasil gaji yang di dapatkan oleh caddie, karena penghitungan gaji yang masih di tentukan oleh penghasilan yang di dapatkan caddie dengan mendampingi customer oleh sebab itu kemungkinan salah pencatatan dan penghitungan gaji bias saja terjadi. HRD selaku audit intern di sarankan melakukan verifikasi bukti-bukti pembayaran sebelum akhirnya dilakukan proses selanjutnya.

Keywords: Prosedur Audit Internal berperan sangat penting dalam proses penggajian caddie, efektivitas pengelolaan gaji dilakukan agar diketahui apakah pengelolaan gaji di perusahaan tersebut sudah berjalan dengan baik ataukah ada yang kurang.

 

ANALISA PENERAPAN AKUNTANSI PENYUSUTAN AKTIVA TETAP TERHADAP UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN PADA PT SANKEN INDONESIA

Darka
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untu mendapatkan pengetahuan yang sahih (valid) dan dapat dipercaya mengenai sejauh mana ketaatan PT Sanken Indonesia yang beralamat di Kawasan Industri MM2100 Blok GG-8, Bekasi, dalam mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku dalam menentukan besarnya beban penyusutan aktiva tetap yang dilaporkan dalam laporan keuangan fiskal.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu metode yang bertujuan untuk mendeskripsikan data apa adanya dan menjelaskan data atau kejadian dengan kalimat-kalimat penjelasan secara kualitatif. Metode penelitian kualitatif menekankan pada metode penelitian observasi di lapangan dan datanya dianalisa dengan cara non statistik.
Kesimpulan dari analisis data untuk kasus penelitian ini adalah PT Sanken Indonesia belum melakukan perhitungan penyusutan aktiva tetap sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Terlihat dari masih adanya penetapan kebijakan untuk perhitungan penyusutan aktiva tetap yang tidak sesuai dengan ketentuan pajak yang menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah beban penyusutan komersial sebesar Rp 372.649.727,60 dengan beban penyusutan yang diakui oleh fiskal yaitu sebesar Rp 306.369.044,00 yang artinya terjadi selisih sebesar Rp 65.680.683.60.

Keywords : Akuntansi Penyusutan Aktiva Tetap

 

PENGARUH CYCLE TIME TERHADAP HARGA POKOK PRODUK PADA PT. DMC TEKNOLOGI INDONESIA

ABDILAH
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

ABSTRAK

Aktivitas dalam proses produksi manufaktur terdiri dari aktivitas-aktivitas yaitu waktu proses (processing time), waktu inspeksi (inspection time) , waktu pemindahan (moving time), dan waktu tunggu (waiting time). Dalam proses pembuatan produk diperlukan cycle time yang merupakan keseluruhan waktu yang diperlukan untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Proses produksi yang ideal adalah menghasilkan cycle time sama dengan processing time. Harga pokok adalah jumlah biaya seharusnya untuk memproduksikan suatu barang ditambah biaya seharusnya lainnya sehingga barang itu sampai di pasar. Harga pokok produk terdiri dari, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik. Harga pokok produk dihitung pada saat pesanan selesai diproduksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan data yang digunakan selama 5 tahun. Teknik analisis data yang digunakan dengan regresi linear sederhana. Dan diperoleh nilai Ŷ = -152.191,86 + 139,88 X. Ini berarti bila cycle time mengalami kenaikan 1 detik maka harga pokok produk akan naik sebesar Rp 139,88 dan apabila X = 0 atau konstanta maka Y atau harga pokok produk akan turun sebesar Rp 152.191,86 Tingkat koefisien korelasinya sebesar 0,93 artinya hubungan antara cycle time terhadap harga pokok produk sangat kuat . Pengaruh / kontribusi cycle time terhadap harga pokok produk sebesar 87% dan 13% nya dipengaruhi oleh faktor lain (seperti bahan baku) yang tidak dibahas dalam bab ini. Uji hipotesis yang dilakukan adalah Ho adalah hipotesis ditolak, Ha hipotesis diterima. t hitung = 4,4118 > t tabel = 3,182, karena T hitung lebih besar dari T tabel maka Ho ditolak dan Ha di terima, artinya ”Ada pengaruh cycle time terhadap harga pokok produk”.

Keywords : Cycle Time & Harga Pokok Produk

 

PENGARUH EFISIENSI BIAYA PRODUKSI
TERHADAP TINGKAT LABA KOTOR
PADA PT. KASEN INDONESIA

Sri Mulyani
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

PT. Kasen Indonesia merupakan perusahaan dengan bentuk badan usaha perseroan terbatas yang bergerak dalam bidang industri teknologi yaitu di bidang otomotif, adapun jenis barang yang di proses atau di produksi yaitu „‟spineret dan spare part rem mobil”. PT. Kasen Indonesia ini menyajikan laporan triwulanan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) biaya produksi selama dua puluh triwulan atau antara tahun 2006 sampai dengan 2010.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif Analitis. Metode Deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang menggambarkan, melukiskan serta menganalisis keadaan yang ada dalam perusahaan khususnya yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Sedangkan Metode Analitis yaitu bentuk penelitian untuk mengetahui asosiatif (hubungan) antara beberapa variabel penelitian, untuk mengetahui sifat dan besarnya tingkat hubungan antara variabel yang diteliti, penulis menggunakan analisis statistik berupa korelasi product moment sedangkan untuk hubungan pengaruhnya digunakan analisis statistik regresi, dan untuk menguji hipotesis dilakukan dengan uji t pada taraf kesalahan sebesar 5%.
Untuk mengetahui pengaruh efisiensi biaya produksi (X) terhadap tingkat laba kotor (Y) dilakukan dengan menggunakan analisis statistik yaitu menggunakan regresi Linier sederhana dan Korelasi Product Moment. Persamaan regresi adalah Y= 14351,12+ 0,05773x dan koefisien korelasi r = 0,68. Maka hubungan antara efisiensi biaya produksi dengan tingkat laba kotor termasuk pada hubungan agak tinggi. Koefisien Determinasi (r²) adalah 0,68² = 0,4582. Dalam penggunaannya koefisien determinasi dinyatakan dalam persen jadi perlu dilakukan 100%, Hal ini menunjukan adanya pengaruh antara efisiensi biaya produksi dengan tingkat laba kotor 45,83% dan sisanya sebesar 54,17% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Berdasarkan pengujian hipotesis tentang koefisien korelasi maka diperoleh t hitunng < t tabel yaitu 1,3065 < 3,182, hal ini berarti t hitung berada didaerah penerimaan (H0) berdasarkan kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis diatas, maka (H0) diterima dan (H1) ditolak. Artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh Efisiensi Biaya Produksi Terhadap Tingkat laba Kotor pada PT. Kasen Indonesia selama 5 tahun 2006 – 2010.

Keywords : Efisiensi Biaya Produksi

 

PENGARUH ATRIBUT KUALITAS AUDIT TERHADAP
KEPUASAN KLIEN PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK

Ade Irawan
Dosen STIE Pertiwi – Bekasi
Jl. Ir. H. Juanda No. 133 Bekasi Telp. 021 – 8808264

Abstrak

Kebutuhan terhadap jasa akuntan dari waktu ke waktu semakin meningkat. Peningkatan kebutuhan terhadap jasa akuntan publik tidak berarti melegalkan audit itu sendiri, tetapi justru meningkatkan tingkat pengharapan klien terhadap kualitas audit bahkan audit itu sendiri, karena penting sekali mengtahui harapan mereka atas kualitas jasa yang diberikan dan hal-hal yang membuat mereka puas atau tidak puas. Perkembangan dibidang jasa audit telah membawa perubahan paradigma klien Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk lebih selektif dalam menggunakan jasa audit.
Dalam penelitian ini maka dapat diketahui bahwa t hitung = 0,74 dan t tabel = 2,41 dengan demikian t hitung > t tabel yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima sehingga kesimpulannya adalah Atribut Kualitas Audit berpengaruh signifikan terhadap klien KAP.

Keywords : Kualitas Audit & Kepuasan Klien

 

 Download

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *